Monday, 11 April 2011

Wasiat Terakhir.

Imam Ghazali terbangun pada dini hari dan sebagaimana biasanya melakukan solat dan kemudian beliau bertanya pada adiknya, “Hari apakah sekarang ini?”
Adiknya pun menjawab, “Hari Isnin.”
Beliau kemudian meminta adiknya untuk mengambilkan kain kapan putihnya, beliau menciumnya, menebarkannya dan kemudian berbaring diatasnya sambil berkata, “Ya Allah, hamba mematuhi perintahMu,”
… dan beliau pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Di bawah bantalnya mereka menemukan bait-bait berikut, ditulis oleh Al-Ghazali ra., barangkali pada malam sebelumnya.

“Katakan pada para sahabatku, ketika mereka melihatku, mati
Menangis untukku dan berduka bagiku.
Janganlah mengira bahwa jasad yang kau lihat ini adalah aku.
Dengan nama Allah, kukatakan padamu, ini bukanlah aku,
Aku adalah roh, sedangkan ini hanyalah jasad.
Ini hanyalah rumah dan pakaian ku sementara waktu.
Aku adalah harta karun, jimat yang tersembunyi, Dibentuk oleh debu,yang menjadi singgasanaku, Aku adalah mutiara, yang telah meninggalkan rumahnya, 
Aku adalah burung, dan badan ini hanyalah sangkar ku. 
Dan kini aku terbang dan badan ini ku tinggal sebagai kenangan.Puji Tuhan, yang telah membebaskan aku.
Dan menyiapkan aku tempat di surga tertinggi,
Hingga hari ini , aku sebelumnya mati, meskipun hidup diantara mu.
Kini aku hidup dalam kebenaran, dan pakaian kubur ku telah ditanggalkan.
Kini aku berbicara dengan para malaikat diatas,
Tanpa hijab, aku bertemu muka dengan Tuhanku.
Aku melihat Lauh Mahfuz,dan didalamnya ku membaca 
Apa yang telah, sedang dan akan terjadi. 
Biarlah rumahku runtuh, baringkan sangkarku di tanah,
Buanglah sang jimat, itu hanyalah sebuah kenangan, tidak lebih dari itu. 
Sampingkan jubahku, itu hanyalah baju luar ku,
Letakkan semua itu dalam kubur, biarkanlah terlupakan.
Aku telah melanjutkan perjalananku dan kalian semua tertinggal. 
Rumah kalian bukanlah tempat ku lagi. 
Janganlah berpikir bahwa mati adalah kematian, tidak, itu adalah kehidupan, 
Kehidupan yang melampaui semua mimpi kita disini,Di kehidupan ini, kita diberikan tidur,
Kematian adalah tidur, tidur yang diperpanjang
Janganlah takut ketika mati itu mendekat,
Itu hanyalah keberangkatan menuju rumah yang terberkati ini.
Ingatlah akan ampunan dan cinta Tuhanmu
Bersyukurlah pada KaruniaNya dan datanglah tanpa rasa takut.
Aku yang sekarang ini, kau pun dapat menjadi.
Karena aku tahu kau dan aku adalah sama.
Jiwa-jiwa yang datang dari Tuhannya.
Badan badan yang berasal sama.
Baik atapun jahat, semua adalah milik kita.
Aku sampaikan pada kalian sekarang pesan yang menggembirakan.
Semoga kedamaian dan kegembiraan Allah menjadi milikmu selamanya."

No comments:

Post a Comment

Yang menarik di apesal .com